Kenapa Boros Bensin?

Pertanyaan ini sering datang dari para pengguna kendaraan.   Mereka umumnya merasakan kendaraannya cukup irit saat masih baru, namun bertambah boros sejalan dengan bertambahnya usia.  Pada umumnya bila seseorang merasakan gejala boros, mesin kendaraanlah yang dituduh biang keroknya.  Memang tidak salah, tapi mungkin saja pemborosan terjadi karena bagian lain.   Buktinya, masih banyak pengguna yang mengeluh motornya boros padahal mesin sudah diperbaiki atau dilakukan tune-up.

 

Bila mesin dalam kondisi baik, jarang kita mengira bagian lain penyebab pemborosan bahan bakar. Penyebab pemborosan bisa dari mesin, sampai komponen yang berkaitan dengan mesin, seperti kopling, sistem transmisi, rem, roda-roda, dan aksesorinya. Cukup banyak bagian yang harus dilihat agar kendaraan kembali prima.

 

Sepeda motor yang irit akan terasa enteng tarikannya dan tak terasa ada hambatan.  Apa yang harus diperhatikan agar  bahan bakar motor tetap irit?

 

MESIN

Mesin yang sudah berumur akan mengalami penurunan kinerja.   Penurunan kinerja tidak selalu disebabkan oleh kerusakan, bisa juga karena adanya gangguan pada sistem pendukung mesin, seperti sistem pengkabut bahan bakar dan pengapian yang tidak bekerja sempurna, perubahan pada bukaan katup, juga akibat kotoran di ruang bakar mesin.  Kecuali kotoran di ruang bakar, motor bisa diservis dengan tune-up. Kotoran di ruang bakar bisa dibersihkan lewat pembongkaran atau dengan bahan pembersih khusus.  Ini tentunya perlu biaya ekstra.

 

Penyebab bensin boros yang sering luput dari perhatian adalah penggunaan bahan bakar yang salah.  Mesin motor modern dibuat mampu berputar lebih cepat, itu sebabnya mesin dibuat dengan rasio kompresi yang relatif tinggi.   Untuk itu diperlukan bahan bakar yang sesuai.  Kesalahan pemakaian bahan bakar akan mempercepat keausan mesin akibat terjadinya detonasi atau knocking (istilah umumnya nglitik).   Bila ini sering terjadi maka ring torak, torak, dan lubang torak akan cepat aus.   Efek samping lainnya, terjadi endapan karbon sisa pembakaran secara belebihan di ruang bakar.   Ini akan menurunkan kemampuan mesin secara drastis.

 

Berdasarkan konstruksi mesin modern masa kini, umumnya mesin memerlukan bahan bakar bensin berokatan 92, setara Pertamax. Ini mudah dibuktikan dengan mengganti bensin premium yang biasa dipakai dengan bensin beroktan 92, efeknya pasti lebih irit dan laju motor lebih gesit.

 

KOPLING

Kopling adalah komponen pertama yang bertugas meneruskan tenaga mesin.  Kopling adalah sistem penerus gerak yang bekerja atas dasar gesekan dua bidang saling bertautan.   Bila terjadi selip karena kopling tidak menempel sempurna, dapat dipastikan tenaga mesin tidak bisa tersalur sempurna.  Akibatnya boros bensin.

 

Untuk mengetahui kopling selip pada motor bertransmisi manual adalah dengan cara:

Motor dengan mesin hidup, pasang di gigi-3 dan tuas rem ditekan, lalu kopling dilepas perlahan.  Bila mesin masih hidup saat tuas kopling dilepas, tanda bahwa kopling selip atau aus.  Bila mesin mati tapi hentakan yang dirasakan lemah, itu salah satu indikasi kopling selip.  Sebetulnya saat berada di jalan pun bisa dirasakan, kopling selip menjadikan hentakan terasa halus saat kopling dilepas mendadak.

 

Pada motor matik, bisa dicoba dengan menahan motor dengan mengeremnya,lalu  buka gas.  Bila motor terasa bergetar kuat artinya kopling masih bagus.   Dan sebaliknya.   Kopling aus pada matik biasanya diindikasikan dengan adanya suara mencicit.

 

TRANSMISI

Motor bertransmisi manual, setelah lewat kopling, putaran diteruskan ke transmisi.  Transmisi yang aus akan memakan banyak energi untuk menggerakkannya.  Transmisi yang terdiri beberapa gigi yang saling bertautan harus benar-benar tepat berada di porosnya.  Bila gigi geliginya sudah aus akan terjadi getaran dan hentakan pada transmisi.  Ini yang menyebakan terbuangnya energi dan akan membebani mesin sebelun tenaga yang dihasilkan mesin sampai ke roda.

 

Keausan transmisi manual memang sulit dilihat, memeriksanya harus dilakukan dengan membongkar dan mengukurnya.  Karena keausan bisa juga terjadi pada bantalannya (bearing).  Keausan transmisi sangat tergantung dari perawatan serta cara penggunaannya.

 

Untuk transmisi matik memang agak lain konstruksinya, transmisi baru kopling.   Transmisi matik yang umum dipergunakan adalah model CVT (continuously variable transmission) yaitu dua buah puli variabel yang dihubungkan dengan sabuk karet.   Keausan terjadi bila sabuk karetnya sudah kering, terjadi selip antara sabuk dengan puli.   Untuk itulah sabuk harus diganti secara berkala, sekaligus mengoptimalkan kembali fungsi transmisi

 

REM

Pembebanan pada sistem mudah diperiksa dengan memutar roda. Bila terasa berat atau ada penahanan, periksa sistem remnya.  Rem konvensional atau rem model tromol, paling sering bermasalah.  Penyetelan yang salah menyebabkan hambatan pada gerak putar roda.  Rem tromol mudah kotor, dan kotoran bisa menahan laju putar roda.

 

Rem model cakram, penahanan biasanya terjadi akibat piston kaliper yang tidak bisa kembali mundur setelah pengereman.   Ini disebabkan kotoran atau karat.   Tapi bisa pula oleh cakram yang sudah tidak lurus lagi.  Kerusakan bagian ini mudah dilihat, cukup dengan memutar roda.   Cakram yang bergoyang bisa langsung dilihat dan kaliper macet bisa dirasakan dengan adanaya penahanan laju gerakan roda.

 

RODA

Roda terdiri beberapa komponen, mulai dari poros roda, velg, dan ban.   Semua itu bisa menyebabkan boros bensin, seperti poros roda yang bantalannya aus menyebabkan kelinciran hilang.  Roda terasa berat dan saat berputar ada kecenderungan oleng.   Bila ini terjadi, bantalan atau bearing roda harus segera diganti, karena selain boros juga berbahaya.

 

Velg yang sudah tidak bulat lagi akan menghasilkan hentakan saat berputar.  Hentakan menjadi beban bagi mesin, dan beban sama dengan tambahan pemakaian bensin.   Velg yang tidak seimbang (balance) juga mengakibatkan getararan yang akan ikut membuang tenaga yang dihasilkan mesin.

 

Ban adalah komponen roda yang harus mendapat perhatian khusus dan rutin.   Ban adalah tumpuan dari kendaraan. Ban kempes, selain berbahaya juga penyebab boros bensin, maka perlu pemeriksaan tekanan angin secara berkala.

 

AKSESORI

Penambahan akseori akan menambah berat motor, dan pastinya akan menambah konsumsi bensin.  Aksesori yang menggunakan daya listrik, sering dianggap sepele, padahal dengan tambahan beban listrik, mesin perlu mengeluarkan tenaga ekstra, artinya tambah bensin.

 

Yang bisa dikategorikan aksesori atau komponen motor adalah baterai.   Baterai perlu pengisian ulang setelah digunakan saat menghidupkan mesin dengan starter elektrik.   Ini jelas merupakan beban bagi mesin.  Tapi bila baterai sudah rusak maka pengisian tidak akan berhenti, dan baterai tidak pernah penuh.  Nah, ini jelas membuat boros.

 

Indikasi baterai rusak adalah ketidakmampuannya menyimpan listrik, motor sulit dihidupkan dengan starter elektrik.  Untuk itu perlu segera mengganti dengan baterai baru.

ratings_users:
0
ratings_score:
0
ratings_average:
0
views:
866

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>